Perempuan Tunggu Tubang

Cerita Hadiwinata Pagi hari ketika siamang masih tidur dan satu-dua harimau meninggalkan jejaknya, aku bersama Tobi suamiku, Neneng, Marni, dan serombongan petani berangkat ke Hutan Desa. Jaraknya sekitar dua kilometer dari perkampungan. Kami berjalan susuri setapak jalan yang di genangi becekan sisa hujan di sana-sini. Kami membawa gunting kebun, cangkul, parang, dan arit. Peralatan yang …