Lukisan Expulsion et Viol, Tragedie de 1998

Cerita oleh Hadiwinata Kami duduk sejajar, sama rendah, menatap heterogenitas dunia yang tenteram dari sebuah sudut. Seperti dedaunan, angin membawa merdu suara biola, flute, dan harmonika ke seantero taman. Lembut menyapa, seolah hendak membelai dan menyampaikan suatu pesan. Begitu juga dengan kicau burung, suara nyaring bocah, celoteh orang-orang dewasa dengan berbagai bahasa yang entah—betapa asing. Sepasang manusia senja melintas di depan kami. Mereka …

Aku Kehilangan Tulang Rusukku, Apa Kamu Melihatnya?

Cerpen Hadiwinata Kamu jatuh. Suatu sosok mendorongmu dari atas langit, dan membuatmu terhempas di suatu ladang. Kamu bertanya, di mana aku? Di mana tulang rusukku? Kamu lalu berjalan, menyusuri ruang hitam, dan bertemu sebuah rumah. Di dalamnya terdapat dua manusia yang menganggapmu anggota keluarga. Kamu tinggal bersama mereka, bertahun-tahun hingga berwindu-windu. Di sana, ada seorang perempuan …

Semua Orang Telanjang

Cerita Hadiwinata Pemuda itu tampak sumeringah; ia sangat bersemangat. Setelah berdiri dari kursi di balik meja, ia menyentuh banyak angka di layar ponselnya. “… Oke, Kamu urus berkas-berkasnya. Setelah saya selesai melobi mereka dan cair, kita bagi di Jakarta,” “Hati-hati, jangan meninggalkan jejak. Pastikan semuanya bersih,” “Jangan khawatir, saya ahlinya!” * Nama saya Maridang, 27 …

Perempuan Tunggu Tubang

Cerita Hadiwinata Pagi hari ketika siamang masih tidur dan satu-dua harimau meninggalkan jejaknya, aku bersama Tobi suamiku, Neneng, Marni, dan serombongan petani berangkat ke Hutan Desa. Jaraknya sekitar dua kilometer dari perkampungan. Kami berjalan susuri setapak jalan yang di genangi becekan sisa hujan di sana-sini. Kami membawa gunting kebun, cangkul, parang, dan arit. Peralatan yang …