3 Performance Terakhir dengan Microsoft Indonesia
Berikut ini adalah 3 acara terakhir saya bersama dengan Microsoft Indonesia, memang saya belum memposting mengenai rencana resignation saya dari Microsoft Indonesia - saya sendiri masih tidak mempercayainya - namun, mumpung masih saya ingat dan nanti setelah hari H baru saya jelaskan alasan dan rencana saya selanjutnya setelah dari Microsoft Indonesia.
* Pre-Launch Vista & Office 2007, Surabaya (7 Maret 2007)
Seharusnya, Grand Launching Vista & Office 2007 di Jakarta-lah yang akan masuk dalam 3 urutan performance terakhir ini. Namun dikarenakan masalah banjir Jakarta, terpaksa acara tersebut sampai bulan April 2007 besok. Acara ini merupakan kelanjutan dari Business Value Launch di Jakarta bulan November di Rumah Pattimura Jakarta lalu, dimana saat itu saya, Fuji dan Christian mendemokan fitur2 terbaru dari Office, Vista dan Exchange 2007 dengan Pak Tony Chen.
Even Pre-Launch di Surabaya sendiri tidak dihadirkan oleh petinggi dari Microsoft Indonesia, alasanya karena banyak pesawat yg di delay dikarenakan kecelakaan Garuda 1 hari sebelumnya di Surabaya. Saya sendiri, takut luar biasa saat harus memaksakan diri uji nyali naik pesawat Garuda 2 jam setelah kejadian di Yogyakarta. Hebatnya, para ‘pejuang yg sesungguhnya’ baik dari staff Microsoft Indonesia, dan para MVP lengkap hadir dengan semangat 45 untuk memastikan acara bergengsi ini berjalan dengan mulus untuk masyarakat Surabaya. Tampaknya komitmen dan fighting spirit, merupakan benang merah dari performance kami di Surabaya kemarin.
Jadwal semula, saya menemani Tal Benzion (Direktur Marketing Microsoft Indonesia) dalam keynote di general session, namun digantikan rekan saya si cantik Junita Leeman :)(Office PM) sebagai keynoter.
* Customer Presentation, Jakarta (12 Maret 2007)
Salah satu yang mungkin tidak Anda temui selain karena bekerja di Microsoft Indonesia atau perusahaan besar lainnya adalah bertemu dengan pemilik dari perusahaan terkenal. Kelihatan agak sombong ? Bukan itu maksud saya, ketika Anda dihadapkan untuk melakukan presentasi kepada pemilik perusahaan yang namanya terkenal (bisa jadi pemilik dari brand-brand yang produknya sering berseliweran di televisi, radio, koran atau favorit istri/ibu/adik anda) bisa jadi ini menjadi tantangan tersendiri.
Saya selalu percaya bahwa dibalik tantangan tentunya ada kesempatan, dan inilah salah satu kesempatan emas setidaknya untuk saya pribadi dalam memaksa diri dan tim sampai batas terakhir. Bagaimana menterjemahkan solusi IT yang ‘njelimet’ dengan bahasa awam yang mudah dimengerti dan relevan dengan apa yang menjadi kendala para pucuk pimpinan perusahaan ini. Apalagi mengetahui para pemimpin perusahaan ini lebih mengutamakan intuisi bisnis dalam mengambil keputusan dibanding dengan data ataupun informasi dari transaksi sehari-hari dan faktor eksternal lainnya. Bahkan pada saat kami berdiskusi, sang pemilik perusahaan dengan santai mengajukan pertanyaan sambil menciumi batang sabun yang masih dalam tahap R&D.
Itulah salah satu pengalaman yang saya temui dalam 3 performance terakhir dengan Microsoft, dan ternyata cukup dengan indra penciuman ditambah intuisi bisnis saja bisa membuat perusahaan tersebut maju dan dengan agresif meraih pangsa pasar retail Indonesia yg menggiurkan ini. *Dan kembali, saya mencoba ‘menunjukan’ how to do business dengan mengoptimalkan teknologi informasi*
Menarik ? Buat saya sangat menarik.. Bahkan dengan intuisinya yang sudah teruji dan berhasil, para pemimpin perusahaan ini masih meluangkan waktu untuk melihat ada apa diluar sana yang dapat lebih membantu mereka lebih dari insting atau bisikan leluhur atau apapun itu. Dan percayalah, pemilik perusahaan ini jauh lebih low profile dibandingkan para pemimpin perusahaan enterprise lho.
* Virtual Business Productivity Center ke-XI, Jakarta (13 Maret 2007)
Ini adalah even terakhir saya dengan Microsoft Indonesia. Yang membuat even ini spesial, berkesan dan akan saya selalu ingat adalah bukan karena content presentasi ataupun customer yang unik. Melainkan pertunjukan terakhir ini saya mainkan bersama dengan salah satu sahabat saya dari Microsoft Indonesia : Roy Simangunsong. Maaf menjadi di dramatisir, namun Anda pasti setuju tidak setiap saat kita mendapatkan seorang sahabat. Dan untuk saya, dalam perkenalan saya yang singkat dengan Bang Roy setahun terakhir ternyata sangat berarti. Baik dari sisi learning point yang saya dapatkan saat bersama-sama menghadapi customer dan keseharian kerja, juga dari diskusi dan pembicaraan yang terbuka tanpa khawatir menggunakan topeng alih-alih memberikan persetujuan yang tidak benar.
Roy buat saya adalah seorang yg terbuka dan tegas, tanpa sungkan dia akan mengkritik jika saya ataupun orang lain membuat kesalahan. Demikian juga sebaliknya “Gua ini orang Batak, gw lebih suka elo ngomong terbuka daripada cuma setuju-setuju tapi sebenarnya tidak benar”. Kawan saya satu inipun sangat fasih pengetahuannya dalam musik, dan itu sangat membantu saat kita kunjungan kilat ke Java Jazz Festival 2007 lalu. Boleh jadi dia akan protes karena namanya muncul di postingan ini tanpa persetujuan ybs (pis bang). Namun itu tadi, 3 performance terakhir dengan Microsoft, dan persahabatan tampaknya adalah salah satu yang selalu saya ingat selama 3 tahun terakhir di Microsoft Indonesia.
MVP lengkap apaan? MVP Exchange kagak diajak
MVP Exchange yg satu ini harganya muahalll bangett siiih…. hehehe
Nda pa..pa Mr. Mario…untuk quote nama gw…(Lain kali awas lu yaa)
It has been a privelage of knowing this very young with his many side:)