Garuda Indonesia dan “What’s Going On ?”
Baru saja sampai di Sheraton Hotel Surabaya, setelah jarak Jakarta - Surabaya ditempuh dalam waktu 6 jam!!!.. Kondisi badan saya yang masih kurang ok menyebabkan saya untuk lebih manusiawi sedikit dalam perjalanan ke Surabaya kali ini, biasanya saya selalu memilih waktu yang ketat sehingga tidak terlalu lama berleha-leha dan bersantai ria. Namun perjalanan yang seharusnya santai ini, malah kebalikannya menjadi bablas, melelahkan dan menakutkan.
Pesawat saya, Garuda Indonesia sedianya akan berangkat jam 13.00 dan tiba di Surabaya jam 14.00. Waktu belum juga menunjukan jam 12 siang ketika saya check in, terjadilah percakapan seperti ini dengan petugas Garuda.
“Mas, saya minta seatnya dekat exit door yah”
“Nanti saja Pak di ruang tunggu” jawabnya sambil menulis2 boarding pass..
“Hah ?! Maksud Anda ?”
“Ini komputer kita lagi off, jadi seat arrangment nanti saja di ruang tunggu”
dalam hati, mengikuti seperti kata menteri perhubungan kita, Bung Hatta Rajasa : ‘Whats Going on?’
Sesampai beristirahat di Lounge Citibank, saya bergegas menuju F2 - untuk segera boarding. Di resepsionis terlihat 2-3 orang yang sedang sibuk menulis2 boarding pass, mungkin karena komputer off akhirnya seat arrangement pun dilakukan secara manual. Waktu hampir menunjukan pukul 13.00 dan masih belum ada tanda2 akan segera diumumkan keberangkatan pesawat, malah di umumkan bahwa penumpang yg belum memiliki tempat duduk harap segera lapor. ‘Whats Going on ?’ Kalau telat, mbok yah segera diumumkan …
Ternyata setelah jam menunjukan pukul 13.15 barulah petugas bandara mengumumkan keterlambatan pesawat sampai jam 14.00 dikarenakan banyaknya pesawat yg delay sejak pagi karena downnya sistem komputer. Lebih parah lagi rombongan yang akan ke Yogyakarta, pesawat mereka diundur sampai 3 jam hingga jam 17.00 sore tadi. Diantara mereka banyak sekali turis asing, tampaknya mereka benar-benar harus mengurangi ekspektasi terhadap airline terbaik indonesia ini.
Tepat pukul 14.00 akhirnya sudah ada titik cerah, petugas bergegas mengumumkan keberangkatan pesawat. “Fiiuh, Akhirnya bisa duduk juga..” karena ruang tunggu yang penuh menyebabkan saya harus mengikuti ‘upacara bendera’ selama hampir 1 jam lebih. Tidak cukup disana, di dalam pesawat kita harus menunggu hampir kurang lebih 1 jam lagi untuk menunggu 4 orang yang belum juga hadir. ‘Whats going on ?’
Kenapa Garuda tidak tinggal saja ke 4 orang itu… Saya kemudian teringat peraturan dalam penerbangan dimana luggage dari orang yang akan ditinggal harus segera dikeluarkan dari bagasi untuk menghindari kasus penyelendupan atau bahkan yang lebih parah sabotase berupa bom. Kasus ini menjadi semakin kompleks ketika sistem komputer garuda down, mereka tidak dapat mendeteksi dengan cepat apakah ke 4 orang itu membawa luggage atau tidak, sekalipun ada - berapakah nomor luggage tersebut ? Ah ada-ada saja…
O yah, menjelang landing di bandara Juanda Surabaya yang baru itu, cuaca cukup buruk sehingga mengakibatkan pesawat yg saya tumpangi goyang dan sempat turun mendadak. Pengalaman yang hampir sama seperti Anda menaiki wahana Niagara di Dunia Fantasi.. Berminat untuk coba ?
lho? kok 6 jam io? di itung dari check in sampe di sby-nya yah?
bingung dong skrg mau milih pswt, yang bagus aja gini gimana yang standard atau dibawah standard?
iya sur, diitung dari cek-in… Bingung banget, kalo sekarang Garuda aja kayak gitu. Kesel2 gw buka Airline sendiri nih
hehehe..
“iya sur, diitung dari cek-in… Bingung banget, kalo sekarang Garuda aja kayak gitu. Kesel2 gw buka Airline sendiri nih
hehehe..”
Awas tuh, kalo Airline bikin sendiri, nanti jadi Adam Air kedua, manajemen bus AKAP dibawa ke manajemen pesawat.
btw, gak salah nih milih tinggal di semanan yg deket airport secara sering travelling
mungkin karena banjir pak :-p