Paratyphus, maksudnya Gejala Typhus bukan yah ?
Entahlah.. yang pasti itulah hasil dari jalan-jalan ke Batam kemarin. Ceritanya begini, sesampainya di Batam kemarin tanggal 24 Januari yang lalu - saya langsung check in di Planet Holiday Batam bersama dengan rekan saya Pak Victor Herlianto. Selesai check in kita sepakat untuk makan siang di restoran bawah, o yah karena ini di Batam setiap kamar di hotel kita dilengkapi dengan free internet yang speednya lumayan ok. Tidak ada yg aneh dari makanan yang kita pesan, kebetulan kita pesan makanan yang sama dan menurut saya cukup sehat dan bersih kok. Obrolan pun kita sudahi ketika kita sadar ternyata sudah hampir 2 jam kita ngobrol dan diskusi banyak hal, meskipun beda generasi, tapi karena kita sama-sama pernah jadi mahasiswa jadi masih terbawa sistem SKS (Sistem Kebut Sehari) dalam menyiapkan bahan presentasi.
Nah mulai dari sore sampai malam itu saya yang terkena euforia internet kenceng bin gratis di kamar hotel, terlalu sibuk cari referensi sana sini sekaligus untuk memperkaya wawasan untuk topik yang akan saya bawakan esok harinya di acara Strategic Executive Briefing. Tanpa sadar kondisi badan yang sudah drop, saya mulai menggigil dan memutuskan untuk rehearsal slide deck dan juga urutan demo yang akan saya bawakan.
Pagi harinya, badan saya benar-benar tidak bisa diajak kompromi.. Telan ludah sakit, demam disertai pening. Gawat, padahal jam 9 sudah giliran saya untuk membawakan presentasi. Saya tidak mau ambil resiko untuk mandi pagi, hanya cuci muka dan memaksakan diri sambil berbusana formil saya berkumpul dengan beberapa rekan untuk sarapan pagi. Nafsu makan benar-benar hilang, dan terus saya paksakan dalam pikiran sekaligus saya bayangkan bagaimana saya akan melakukan presentasi nanti. Tentunya juga saya sempat menodong pramusaji mencarikan obat demam.
Singkat cerita, entah karena faktor obat demam atau proses mestakung terjadi - slot 1 jam yang saya miliki berlalu dengan baik dan saya masih sanggup berdiskusi dengan beberapa peserta yang sangat antusias menanyakan beberapa hal. Merasa baikan, saya kembali ke kamar untuk istirahat dan siapa tahu sore benar2 fresh kembali.
Selama tidur 3 jam, ternyata badan saya tidak lebih baik, malah terasa lebih parah dari paginya. Kembali, saya paksakan badan saya untuk bergegas ke lantai bawah untuk makan siang - siapa tahu karena saya telat makan siang makanya jadi lemas seperti itu. Nah, disinilah saya ketemu rekan-rekan saya yang lain. Mereka kaget sekali melihat muka saya yang berubah dan benar-benar kelihatan tidak beres. Alhasil sore itu saya dibawa oleh Yos Dappu dan Adrian Anwar ke RS Awal Bros Batam…
Di sana saya di vonis infeksi tenggorokan melihat tenggorokan saya yang merah, dan badan saya yang demam. Namun ketika melihat ada titik merah di dada saya, dokter itu mungkin langsung teringat maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi akhir-akhir ini. Wah dokter masih positive thinking, sebenarnya tadi sebelum makan siang saya buru2 cek ke internet bagaimana sih gejala flu burung, untungnya meskipun badan saya sudah lemas - saya tidak memiliki ciri2 yang sama seperti pasien suspect flu burung.. hehe… Tangan kanan saya disuntik di nadinya untuk segera menghentikan demam, dan dokter menyarankan saya untuk mengambil sampel darah (great!)… Sampel darah mengambil korban tangan kiri saya, dan setelah menunggu hasil lab kurang lebih 1 jam. Diketahui bahwa trombosit saya bagus (artinya bukan DBD) namun saya positif Paratyphus BH.
“Maksudnya Gejala Tipus yah dok?”
“Saya gak tau tuh ada penyakit gejala tipus, kamu ini kena paratyphus..”
“(Ok deh, ntar gw cari sendiri aja..)”
Setelah mendapat wangsit dari dokter, beberapa teman yang pernah mengalami hal yg sama, istri dan keluarga - akhirnya saya harus melakukan seleksi makanan dan sebisa mungkin bed rest. O yah, event saya keesokan harinya di Politeknik Batam tetap saya bawakan - sebagai ice breaker saya ceritakan kasus RS Awal Bros dan flu burung kepada peserta ^_^.
Nah kembali kepada pencarian saya soal penyakit Paratyphus ini, bisa dibilang saya kurang puas. Karena di hasil uji lab, ternyata Paratyphus memiliki beberapa golongan A, B, C, bahkan ada kombinasi H dan O. Dari pencarian saya baik itu di Live, Google ataupun Yahoo - tidak ada yg secara gamblang menjelaskan mengenai penyakit Paratyphus ini. Hanya saja ada satu artikel yang berhasil saya dapatkan di Wikipedia German. Saya menggunakan BabelFish untuk mentranslate website tersebut, dan ini yang saya dapatkan.
When one designates Paratyphus a weakened disease picture of the typhoid fever, with which the exciter is not Salmonella typhi but Salmonella enteridis( Serotyp Paratyphi A, B, or C). A and C occur predominantly in warmer climate zones, while B is common world-wide. Paratyphus is a cyclic general infection. The illness is compulsorily notifiable.
Pathogenesis
The exciter is separated by gotten sick one with the chair. The infection takes place orally usually via contaminated food, in addition, via drinking water or lubrication infection. The incubation period amounts to 1-2 weeks.Symptoms
The symptom are similar as with the typhoid fever:
- Mattigkeit, headache
- Typical skin excursion (Roseolen) in the chest and belly range
- Treppenfoermiger fever rise
- After approximately eight days continuously high fever (40 to 41 °C), sometimes for weeks.
- Complications: Consciousness disturbances, spleen swelling, failure, intestine break-throughs, hair loss, Knocheneiterungen, brain skin inflammation
- Gradual dropping of the fever with long convalescence
Therapy
A gift of antibiotics is necessary for one period of two weeks. As a check of therapy success the chair on Salmonellen is examined. Some patients develop to Dauerausscheidern.
Jadi, apakah Paratyphus = Gejala Typhus ? Saya masih belum ketemu jawabannya, yang pasti antibiotik terus saya makan sampai 1 minggu ke depan berikut juga dengan beberapa vitamin untuk menaikan daya tahan tubuh. O yah satu lagi, di kalangan Chinese - untuk setiap penyakit tenar biasanya ada obat2an tradisional yang dikenal. Untuk typhus (atau gejala typhus, dan paratyphus ?) obat ampuh yang bisa diberikan (boleh percaya atau tidak) adalah cacing tanah. ‘Apotik’nya sendiri ada di Glodok sana, dan ibu saya sudah pasti tanpa sepertujuan saya sudah langsung membelikan langsung dalam bentuk kapsul yang berisi cacing kering yang sudah digiling. Dengar2 sih, kadaluarsanya bisa sampai 2 tahun asal ditaruh di kulkas… Nah, nanti kalau Anda tanya saya - sembuhnya karena cacing atau karena rumah sakit nih ? Saya akan jawab, dua duanya…!!!
Wahhh hebatttt…dah sakit masih presentasi ajah…btw, yg cacing tanah itu selama gak bentuk cacing mah santai aja atuh hahahha *nyengir bayangin io makan cacing tanah*..
Cepet sembuh yahhhh…
Eh, commentnya jg sekarang langsung muncul io *de javu gak?*
Wah..saya iseng2 cari penyakit yg saya alamin skrg di Google, malah ketemunya blog bagus punya Anda.. GImana uda sembuh? Cacing tanah? Saya malah denger2 obat cina buat penyakit Typus itu anak tikus yg baru lahir, bayanginnya aja ud mengerikan…
Sekarang sudah mendingan Pak.. Thanks, tapi untuk makanan masih harus dijaga selama 2 minggu ke depan.. Kalau obat cacing itu memang sudah terkenal, malah ada teman saya yg gak tau toko obat di glodok (saya gak tau dia dapat darimana) akhirnya dia makan (ini hardcore sekali) air rebusan cacing..
Kalau anak tikus itu malah setau saya untuk sakit asma loh..
Saya juga iseng2 search paratyphus di google dan ketemu blog ini (ok bagnet loh blog nya..). Saya baru aja terima hasil lab yg dan positif paratyphus B-H. Badan panas dari kemarin (lebih dr 39 C) dan rasanya lemess banget! saya juga pernah denger ttg cacing tanah ini. Besok saya beli deh. Udah berupa kapsul yah belinya?
Kebetulan saya juga lagi cari mengenai paratyphus, karena saat ini anak saya sedang menderita penyakit itu kata Dokter.
Anak saya sempat dirawat 4 hari di RS, hasil test darah untuk DBD Negatif dan untuk paratyphus juga negatif. begitu pulang kerumah, keesokan harinya anak saya panas tinggi lagi sampai max.40°C, saya panik lalu saya bawa ke Dokter terdekat, kata dokter anak saya kena paratyphus lalu dokter menulis resep obat untuk anak saya.
Adakah obat yang manjur untuk penyakit paratyphus selain obat2an dari dokter dan kapsul cacing? (kalo kapsul cacing memang saya pernah dengar), terus makanan yang cocok untuk penderita paratyphus apa ya?
Thank’s
Setau saya (dari bbrp dokter2 yg saya tanya): typhus dgn paratyphus beda meskipun sama-sama penyakitnya ada di saluran pencernaan terutama di usus (ada yg bilang ususnya infeksi/koreng/luka, dll). Typhus (dulu saya pernah menderita ini krn kecapean & pola makan tdk beres). Typhus biasanya disertai panas tinggi (biasanya malam hari). Cacing bukan obat khusus untuk mengobati typus tetapi banyak yang menggunakannya karena cacing bisa menurunkan panas (misalnya demam akibat typus) dengan cepat.
Hasil Lab saya terakhir menunjukan sekarang saya “positif paratyphus”.
Gejala pada saya yaitu mudah terserang mencret (karena makan pedas, asam, dll). Kadang sembuh dengan obat diare biasa tetapi kadang mudah terserang lagi. Saat ini saya masih mencari-cari info mengenai dokter/obat/makanan/terapi/artikel yang paling masuk di akal dan terbukti mengenai paratyphus ini, Kalo ada yg tau tolong infonya dibagi-bagi ya! Tks
Whaa ini saya lagi berbaring di ranjang RS, kena paratypus juga…
Wah menarik ya….
Saya juga baru sembuh dari typus yang berkolaborasi dengan DBD, memang benar cacing fungsinya hanya menurunkan demam bukan obat untuk typusnya.
tapi kata dokter yang merawat saya typus juga menyerang lambung yang berakibat infeksi sehingga demam adapun asalnya dari pola makan, dan media yang kotor. tapi kalau udah kena 1 x typus maka si penderita berpotensi untuk kena lagi suatu saat jika situasi mendukung untuk salmodela beraksi.
saya juga nunggu tentang info paratypus nih?…
Bagaimana gejala sakit thypus pada anak2 ?
Wah, blog ini oke nih deskripsi gejala typusnya ^^
Tapi saya bingung. Sekitar 3 bulan lalu saya diopname dgn diagnosis ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Setelah 1 minggu dirawat, saya diperbolehkan pulang. Nah, 2 minggu kemudian, badan saya kembali demam (mencapai 40,5 C) dan kembali diopname. Setelah diperiksa, saya ternyata kena typhus. Setelah 1 minggu dirawat, saya dinyatakan sehat dan boleh pulang.
Namun sampai sekarang, badan saya masih suka lemas (terutama di bagian kepala dan tengkuk leher), dan di bagian rongga dada atas sering terasa sakit. Kira2 karena apa ya?
Saya sempat takut kena penyakit aneh2, soalnya sejak pulang dari opname kedua, badan saya nggak pernah terasa fit lagi x_x (sampai sekarang)
Apakah Anda bisa menjawab pertanyaan saya?
Thanx before
Kata teman gue yg dokter : Paratyphus = Gejala Typhus kok
Siang Mas Io. Mas, kalo boleh tahu pola makan yang baik untuk penderita parathypus itu apa?Teman saya sakit dengan gejala yang sama dengan yang mas alami. Sudah seminggu bed rest.Mas, waktu sakit makan apa aja???Thanks be4 atas jawabannya
Thanks atas informasinya mengenai penyakit paratyphus.
Untuk obat dokter nya di pakai apa?, selama berapa hari?
Apa betul gejalanya: kalau sore menjelang malam ,panas badannya tinggi dan kalau pagi dan siang panas badannya normal?
Thanks atas jawabannya.
Trims ats infonya,sy sdkt terbantu krn anak saya skrng sedang mengalaminya..tlng do’a nya spy lekas sembuh.