Harga Nonton Turun ? Kok Bisa ?!
Iyah.. kok bisa yah ? Tanya Kenapa! Beberapa waktu yang lalu saya menerima email berisi atachment seperti ini : List Twenty One, isinya bisa dilihat sendiri - Harga Tanda Masuk (HTM) hampir di seluruh jaringan 21 Indonesia turun sampai 50%.
Impactnya tentu luar biasa, saya mengambil contoh rekan saya, sebut saja namanya Tommy. Akhir minggu kemarin Tommy sempat nonton berdua dengan temannya di Gajah Mada Plaza dengan harga Rp 10.000… and u won’t believe this, he ordered 4 seats in a row just to have a plenty of space to keep his bag!… Yes, 4 seats for 2 persons… Film yang ditonton juga tidak terlalu terkenal tapi mungkin disebabkan HTM yg murah, menurut info yg saya dapatkan - saat itu pengunjung bioskop membludak.
Jaringan Bioskop 21 Cineplex bisa dibilang mendominasi hampir sebagian kota besar di Indonesia.
Pertanyaan : Kira-kira apa yang menyebabkan 21 Cineplex menurunkan harganya di awal tahun 2007 ini ? Apakah karena rate pengunjung bioskop mulai turun ? atau apa karena banyaknya DVD bajakan yang berseliweran menyebabkan orang lebih memilih nonton di rumah daripada di bioskop ? Rasanya tidak juga, karena bagaimanapun untuk beberapa film favorit atau hanya sekedar mencari suasana saya pribadi masih rutin mengunjungi bioskop. Bioskop 21 lebih tepatnya. Ya dimana lagi ? Memang ada bioskop selain 21 ?!
Hmmm… that’s ring a bell! Tahun lalu saya sempat bertemu dengan salah satu customer yang rencananya akan menempati super blok Grand Indonesia di tahun 2007. Namanya Blitz Megaplex!


Check out their website, especially this section… Lihat HTMnya ? Jauuuh di bawah 21 Cineplex sebelum mereka menurunkan harganya, dan suasana, desain ruangan serta interior ? so cool!!… since the first chain is in Bandung, I never try experience the cinema though, but overall this is a good news for us.. Nah, sekarang sejak 21 sudah ada kompetitor, and i mean REAL Competitor - i’m preety much sure the decision for cut off the ticket price is triggered by this.. and that proved what we might think these all years, their price was not worth it.. dan bicara mengenai kompetisi, mmmhh pernah mengisi BBM di Pertamina Gatot Subroto ? Jangan heran kalau mereka mulai berbenah diri, menyambut dengan salam dan senyum yg ramah dan jika Anda beruntung Anda akan dihampiri oleh salah satu SPG yang mencatat masukan yang Anda miliki untuk SPBU mereka…
Yes, better late than never! Masalahnya, in Pertamina case they are late for more than 30 years! and probably, it cost a “twin tower”, a proud and dignity that Pertamina should had given to the country long ago. (?)
oh well, stop talking about that, looking forward to Blitz Megaplex launching this year…
ya masih adaaaa laaaahhh. bioskop2 di pinggiran jakarta masih banyak yang bukan 21. yang di perempatan Senen, di seberang nya Atrium juga bukannya masih buka tuh bioskop? yuk yak yuukkk :p
Io, di bogor juga ada tuh, kalo gak salah namanya Galaxy, filmnya baru-baru juga, justru yang terkenal malah bioskop ini dibanding 21
Wah, kalau harga segitu di Bandung mah biasa, Mar. Memang Studio 21 di Bandung harganya beda banget dengan di Jakarta. HTM normal palingan berkisar Rp15.000-Rp20.000an, itu sudah yang kelas Braga City Walk dan Ciwalk lho. Kalau nomat, bisa Rp10.000.
Sekedar perbandingan budaya, Ciwalk setahun yang lalu adalah satu-satunya studio di Bandung di mana kita bisa pakai BCA Side Card (yang “Pay 1 for 2″ itu lho). Pada malam tahun baru, 31 Desember 2005, gw mau nonton midnight di situ, ternyata “midnight”-nya Ciwalk mulai pk.20.00-an dan sekitar pk.20.30 gw ke sana udah sepiii banget, boro-boro mau beli tiket, udah nggak bisa beli apa-apa lagi. Tinggal nungguin orang keluar dari pemutaran “Midnight” yang selesai sekitar pk.21.00.