Training di Singapore ‘lah…
gee… It’s been a while since my last blog. Anyway, just want to share a couple of things from my current visit to Singapore. Visit kali ini adalah untuk training, 4 hari berturut-turut bersama dengan beberapa partner dari Indonesia mengenai optimization model yang redmond baru luncurkan. Training ini boleh dikatakan sangat menarik dan berguna untuk saya. Meskipun para trainer datang dari Redmond, kebanyakan dari mereka adalah India. In fact, ada 2 westerner yg tidak jelas role nya dan tidak berbicara sepatah kata pun hingga hari ini di ruangan training
Saya boleh bilang, they are really smart guy dan its worth for Microsoft having them. Meski demikian, dibandingkan dengan orang dari regional mereka lebih terbuka dan asyik untuk diajak berdiskusi. Salah satu trainer adalah Preshan, Marketing Manager untuk IW. He is smart, know how to handle partner objections dan sangat mengerti business model Microsoft. Btw, he love to smoke - Gudang Garam is one of his favourites.. That’s because he used to have Indonesian friends when he was in school. So during the chat I promise him to bring a pack of Gudang Garam next time if I visit Redmond.
Salah satu partner yang ikut training kali ini adalah bekas dosen favorit saya, Mark P Eliasaputra - associate director from Plasmedia (the company also used to have ojolali.com a couple years ago). Good to know him, for me he is smart, a very kind and humble person. While i was excited everytime attend his class, the same excitement come to me when I look at what Plasmedia has done in developing SOLUTION on top of Microsoft technology. Btw, di training ini juga saya sempat 1 team dengan beliau dan not bad at all, our group - consist several partners from Jakarta, Phillipine, Thai and India win in one of the workhop. The prize ? An exclusive Microsoft Office Wireless Mouse!! COOL!!
Haze is also become a headlines these days in Singapore. 3 hari yang lalu, dari lantai 25 M Hotel (Anson Rd) you almost cannot see anything outside from the window. Tapi pagi tadi, kelihatannya sudah lumayan berkurang asapnya. So, I think PM Lee should write a letter a week before a haze season come next year. Because thats how everything works in Indonesia, if you are not complaining - then they won’t bother ? Isn’t it ? kadang sudah komplain aja tidak ada pergerakan apa2 koq…
Well, the good point is nobody complain to me regarding the haze. And if they do, I need to ask them to be fair as some of the companies who burning the forests is from Malay and Sing. Lagipula karena mereka sudah dapat harga bagus dari (illegal) logging, so they entitled to the haze as well. ;o)
Di sing kebetulan baru dibuka mal baru : Vivo Center. Saya baca dari Strait Times mengenai banyaknya pengunjung yang antusias mengunjungi mal baru ini. Karena penasaran akhirnya sore tadi coba pergi ke sana. Karena Taxi Stand di depan hotel cukup ramai, MRT menjadi pilihan terbaik untuk saya. It’s 7 minutes walking from M Hotel to Tanjung Pagar MRT Station (I repeat, 7-minutes-walking…). Mengikuti peribahasa, lain ladang - lain belalang, saya coba beradaptasi acting like the ignorance-singaporean. So here i am, using iPod in my ear, pasang tampang do-i-look-care-to-you naik turun MRT menuju Harbourfront. hehe..
Seperti yg sudah diperkirakan, meskipun Vivo Center baru dibuka, petunjuk arah sangat jelas dan tidak sulit untuk menemukan tempat ini. Buat saya, tidak ada yg menarik selain tempat bermain di lantai 3 & 4 dimana terdapat area bermain anak2, air mancur dan good view to sentosa. Seperti yang diutarakan tetua saya, pergi keluar negeri sangat penting bukan untuk foya-foya, tapi untuk membuka mata bagaimana negara lain bisa berkembang. Pendapat saya ? It’s about the people who make differences. Seperti Microsoft dengan People-Ready campaignya, Microsoft percaya People memegang peran penting untuk kesuksesan suatu perusahaan (dan negara). Indonesia boleh punya sumber daya alam yg kaya daripada singapore, bahkan Indonesia boleh punya mayoritas dan latar belakang penduduk yang sama dengan Malaysia namun ternyata People-lah yang akhirnya membedakan hasil akhirnya. Hal ini terlihat seperti hal kecil yg dilakukan Sukri, salah seorang event organizer training, yang memperkenalkan beberapa tempat menarik yang bisa di kunjungi di Singapore kepada para peserta training sebagai bagian dari ice breaker di awal training. Small thing, big impact.. (well at least for hainanese restaurant in ChinaTown, Border bookstore, dan IKEA Store whom i spent my money with O_o).