Pengalaman ke Bali Gratis dengan Garuda.. (dan kantor)
Sudah baca berita terbaru mengenai Bali ? Dilaporkan, pasca bom - pariwisata di Bali turun 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun Pemerintah sudah sigap untuk ikut campur dengan mengucurkan dana sebanyak Rp 67 milliar untuk mendukung pariwisata Bali, termasuk dari pihak Swasta (seperti Garuda yg memberikan 1000 tiket gratis ke Bali) - ternyata segala upaya tersebut masih belum mampu menahan laju penurunan jumlah wisatawan ke Bali.
Saya termasuk 1 dari 1000 orang yg beruntung mendapatkan tiket ke Bali dari Garuda. Ceritanya begini… Sore itu saya berangkat dari Surabaya menuju Jakarta untuk urusan dinas menggunakan Garuda, saat Cek In saya sudah diingatkan untuk mengisi formulir undian. Sudah bosan dengan segala jenis undian, saya memutuskan untuk tidak mengisi formulir atau mengikuti undian tersebut. Ini pasti cuma untuk mem-profile customernya Garuda saja.. pikir saya saat itu. Singkat cerita, di dalam pesawat sang Pramugari menawarkan saya untuk mengisi formulir (kembali) karena sebentar lagi akan dilakukan undian tiket ke BALI..
sebentar lagi akan diadakan undian..!ke BALI !!!…
Apa boleh buat ? Saat itu juga saya meminjam pen dari salah satu pramugari dan langsung mengisi biodata seadanya di dalam formulir yg hampir saya buang pada saat boarding di Surabaya sebelumnya. Jujur saja, saat mengisi itu ada perasaan saya bakalan mendapatkan undian. pede
Selang beberapa lama, tiba2 sepasang pramugari maju ke depan - dan tidak terdengar apa yg diucapkan saat itu - salah satu pramugari mengambil salah satu potongan formulir yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Saya ingat waktu itu saya langsung melanjutkan tontonan ‘Just for Laugh’ di layar TV. Namun, apa yg terjadi , semenit kemudian si pramugari semakin mendekat ke deretan bangku saya.. sambil melihat2 nomor kursi - si pramugari mengkonfirmasi ‘Pak Mario ?’
Iya, saya ….
‘Selamat Pak, bapak baru saja memenangkan undian tiket GRATIS ke BALI’
‘What the …. ?’
Singkat cerita - nama saya di on-air kan (harafiah) oleh pramugari dalam penerbangan Surabaya - Jakarta hari itu, dan saya turun dari pesawat Garuda dengan menenteng sertifikat yg ditandatangai pramugari dan kapten pilot yg bertugas, dan kapanpun (dalam batas waktu 2 bulan) saya bisa menukarkan tiket tersebut di counter Garuda.
Jadilah saya bermodalkan tiket gratis dan GFF Mileage, bersama istri tercinta ke Bali tanggal 1 Maret 2006 kemarin - total damage adalah sebesar 1 juta rupiah untuk akomodasi hotel dan belanja di sana. Meskipun saya tidak banyak mengunjungi area wisata diperjalanan kemarin - tetap saja ada hal baru yg saya jumpai dan berkesan dari kesederhanaan yg dimiliki Bali. Kelenggangan di pantai Kuta dan pedestriannya harus Anda rasakan, ini kesempatan sebelum Bali kembali menjadi hiruk pikuk oleh mereka yang tidak bisa menahan godaan dari keindahan Bali..
Akhir minggu ini, rencananya saya akan (kembali) ke Bali bersama dengan rekan kantor. Meskipun kali ini sedikit beda karena urusannya sedikit formal (sedikit karena dari total 3 hari - hanya 1 hari yg formal selebihnya yah urusan turis :-D), namun ada hal yg sama untuk saya yaitu Gratis…
Dan masih ingat total angka wisatawan Bali di awal posting saya ? Lupakan saja, saran saya hanya satu : cari waktu luang dan kunjungi Bali sepi-mode….
*bahkan teroris tidak akan susah payah merusak agenda wisata Anda*
BALI, Here I come… !!!