Kapitalisme Terhubung (?)
Seperti mahasiswa TI pada umumnya, tentunya saya juga tidak lepas mencoba beberapa teknologi terlepas apakah teknologi tersebut Open Source atau Proprietary Software. Tidak ada preference tertentu saat itu, sekarang mungkin saya akan memiliki preferensi berdasarkan konteks tertentu.
Berangkat sebagai developer, sebut saja ada beberapa bahasa pemrograman favorit saya seperti VB, C#, PHP, Java, C++, dll… Saat itu, salah satu favorit saya adalah Java. Banyak harapan dan antusiasme yang ditunjukan para komunitas Java terhadap perkembangannya. Jakarta Project, Ants, J2ME, J2EE, JSP sampai projek favorit saya SWING yg memiliki ‘widget’ yg sangat menarik untuk saya.
Menyinggung soal Java, baru-baru ini Chief Open-Source Officer dari Sun : Simon Phipps dalam konferensi open source di London, menantang para komunitas open source untuk belajar dari dunia kapitalisme. Menurutnya jargon ‘volunteerissm’ (kesukarelaan) perlu diubah menjadi ‘directed self-interest’ (kepentingan-pribadi) - sehingga menjadi connected capitalism, dan menurutnya tidak ada yg salah dengan self-interest.
Adapun demikian, ini opini saya sebagai seseorang yang berada di luar dunia ‘Java’ dan/atau open source :
1. Agak ironi ketika saya membaca artikel tersebut mengenai perlunya komunitas open source mengambil pelajaran dari dunia kapitalisme (dan kapitalis) termasuk dari BillG, Warren Buffet [atau bahkan Sun sendiri (?)]. Terlepas dari ideologi tertentu, nyatanya banyak aktivis yang tidak menyukai prinsip kapitalisme dimana yang kaya akan semakin kaya dan menentang dengan membuat perangkat lunak berkualitas dengan prinsip free dan share.
2. Manuver bisnis dengan statemen dari petinggi Sun ini, membuat kredibilitas Sun (seharusnya) dipertanyakan oleh para pecinta os. Dibalik kontribusi Sun terhadap Java, jangan lupa Sun adalah perusahaan yang berbisnis, dan layaknya sebuah perusahaan semua keputusan dan strategi yg dijalankan dituntut untuk memberikan hasil yang nyata bagi para investor dan pemilik saham dan seperti yang kita ketahui, saat ini mereka tidak dalam performa yang baik. Baru-baru ini diberitakan Sun akan memberhentikan 4000-5000 pegawainya. Dan dari blog eks-Sun pun mengakui bahwa dari pengalamanya selama 8+, Sun telah Set (Matahari telah terbenam) dengan menjalankan kesalahan dalam strateginya selama ini
3. Pada akhirnya, kompetisi selalu memberikan kontribusi terhadap kemajuan. Semakin ketatnya persaingan software, akan memaksa Microsoft IBM Linux Novell membuat produk yang lebih baik yang pada akhirnya akan membuat dunia ini semakin baik …
Kembali lagi mengenai connected-capitalism yg didengungkan Sun ? Entahlah.. Bagi saya, posisi Proprietary Software atau Open Source sudah cukup jelas mendefinisikan ‘ideologi’ suatu platform. Mudah-mudahan saja kapitalisme kebersamaan ini bukan hanya sesuatu yg di awang-awang layaknya implementasi J2EE dan tidak menjadi salah satu strategi yang salah seperti yang disebutkan oleh bekas Sun-er dalam salah satu blognya di atas.